google.com, pub-6935017799501206, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Aglaonema, Sri Rejeki, Tanaman Hias Berdaun Indah, Pembawa Keberuntungan - PLANTER AND FORESTER

Aglaonema, Sri Rejeki, Tanaman Hias Berdaun Indah, Pembawa Keberuntungan

Aglaonema, Sri Rejeki, Tanaman Hias Berdaun Indah, Pembawa Keberuntungan

Aglaonema atau biasa dikenal dengan nama Sri Rejeki tengah menjadi primadona tanaman hias saat ini, hal ini terlihat dari tingginya harga jual Aglaonema dalam beberapa tahun terakhir (Qodriyah dan Sutisna, 2007). Tanaman Aglaonema sangat mempesona karena keindahan daunnya. Bermacam variasi daun, mulai dari motif, warna, bentuk, serta ukurannya menyebabkan tanaman ini menjadi salah satu tanaman yang dijual dengan menghitung harga per lembar daunnya (Purwanto, 2006). Harganya yang fantastis, mencapai jutaan rupiah, menjadikan tanaman Aglaonema banyak dilirik masyarakat untuk dibudidayakan.

Tanaman hias dapat berupa hias daun, hias bunga, hias buah, dan hias akar. Keempat bagian tanaman ini mempunyai ciri khas masing-masing sehingga memiliki daya tarik sebagai hiasan (Mattjik 2010). Tanaman hias daun memiliki keanekaragaman yang cukup banyak dari segi bentuk, ukuran, warna, dan perpaduan dari warna daun secara utuh dengan  pertulangannya. Tanaman hias daun terutama digunakan sebagai penghias ruang (Mattjik 2010). 

Aglaonema atau dalam bahasa Indonesia sering disebut Sri Rejeki tergolong tanaman hias daun, merupakan salah satu genus dalam famili Araceae yang banyak dijumpai di daerah tropis hingga tropis basah. 

Aglaonema berasal dari daratan Asia, menyebar dari wilayah China bagian selatan, Thailand, Myanmar, Indonesia hingga Filipina. Habitat asli tanaman ini adalah tempattempat terlindungi seperti di bawah tajuk rindang hutan dengan intensitas cahaya yang rendah (Balithi 2008). Menurut Sulianta dan Yonathan (2009), beberapa tanaman hias dari famili Araceae dapat bermanfaat sebagai antipolutan di dalam rumah atau perkantoran. 

Salah satu contohnya adalah tanaman Aglaonema yang mampu mendekomposisi  formaldehida dan benzena hingga 48% dalam waktu 24 jam. Aglaonema termasuk tanaman monokotil berakar serabut yang berbentuk silinder, berwarna putih kekuningan. 

Batang tanaman Aglaonema berbentuk silinder, tidak berkayu, berwarna putih, hijau atau merah, dan berbuku. Setiap buku pada batang mempunyai satu mata tunas yang berpotensi untuk tumbuh menjadi cabang baru bila kondisi memungkinkan. 


Daun pada umumnya berwarna hijau dengan variasi gradasi warna, variasi berupa bulatan, dan perforasi pada helaian daun. Tangkai daun berpelepah dan saling menutupi batang, hingga terkesan tanaman Aglaonema tidak mempunyai batang yang jelas (Budiarto 2007). Motif dan corak daun Aglaonema juga bervariasi. Ada yang dihiasi oleh urat daun yang mirip tulang ikan, ada pula yang bintik putih mirip beras tumpah, dan ada yang bercorak mirip baju prajurit, bahkan dalam satu spesies variannya cukup besar. 

Terkadang cukup sulit membedakan antara Aglaonema dan Dieffenbachia. Aglaonema biasanya lebih kecil dan pendek. Ketika disobek, daunnya tidak berbau dan tidak gatal. Dieffenbachia lebih tinggi dan besar, daun lebih lebar, berbau, dan cenderung gatal ketika disentuh (Angkasa et al. 2006).

Nama Populer - Pop name    :  Sri Rejeki, Aglonema, Aglaonema
Nama Latin - Latin Name        :  Aglaonema sp.
Family                           :  Araceae
Origin - Daerah Asal                 :  Asia termasuk Indonesia
Letak Landscape                         Tanaman Pengisi Taman, Taman Pengisi Pot, Tanaman Indoor
Tipe Tanaman Hias                     : Tanaman Indoor, Tanaman Hias Daun
Propagasi perbanyakan                 : Stek, Biji 
Media Tanam                     : Tanah Kebun 
Perlakuan khusus                     : Pemupukan 

Tanaman Aglaonema sudah lama dikenal di Indonesia, akan tetapi baru pada tahun 1985 yaitu sejak diperkenalkannya Aglaonema “Pride of Sumatera” oleh Gregori Garnadi Hambali (Purwanto, 2006), tanaman ini mulai diperhatikan oleh masyarakat. Beragam variasi motif dan warna daun yang dimilki Aglaonema merupakan salah satu keunggulan yang memungkinkan dilakukannya silangan silangan baru pada tanaman ini. 

Secara umum, terdapat dua macam Aglaonema, yaitu Aglaonema spesies dan Aglaonema hibrida (Purwanto, 2006). Aglaonema spesies adalah Aglaonema yang telah ada di alam dengan sendirinya. Aglaonema spesies pada umumnya berwarna hijau, diantaranya adalah Aglaonema brevisphatum, Aglaonema simplex, Aglaonema costatum, dan Aglaonema commutatum. 

Terdapat juga Aglaonema spesies yang berdaun merah yaitu Aglaonema rotundum. Aglaonema hibrida adalah Aglaonema merupakan hasil persilangan antar berbagai spesies Aglaonema. Aglaonema “Pride Of Sumatera” merupakan Aglaonema hibrida hasil persilangan antara Aglaonema rotundum dan Aglaonema commutatum, sedangkan Aglaonema “Butterfly” dan “Siam Aurora” merupakan Aglaonema hibrida dari Thailand.


Nama aglaonema berasal dari bahasa Yunani, yaitu aglaos yang bermakna terang atau sinar, dan nema yang bermakna benang (benang sari). Jika digabungkan artinya menjadi helaian benang yang bersinar terang. Di Thailand, aglaonema dikenal dengan nama siamese rainbow, sedangkan di Malaysia lebih dikenal dengan nama good luck (Junaedhie, 2006). 

Aglaonema memiliki akar serabut atau yang disebut juga wild root (akar liar) karena akar tanaman ini tumbuh secara adventif dari akar primer atau batang (Harjadi,1979). Akar Aglaonema yang sehat berwarna putih, tampak gemuk, dan berbentuk silinder (Budiarto, 2007), sedangkan yang sakit berwarna cokelat. Batang Aglaonema berbentuk silinder, berwarna putih hingga putih kekuningan, dan termasuk batang basah (herbaceous) yang bersifat lunak dan berair (Budiarto, 2007). Ukuran batang Aglaonema pendek dan tertutup oleh daun yang tersusun rapat antara. Warna batang Aglaonema pada umumnya putih, hijau muda, atau merah muda. Bentuk daun Aglaonema sangat bervariasi, ada yang berbentuk bulat telur (ovatus), lonjong (oblongus), dan ada yang berbentuk delta (deltoids) (Purwanto, 2006). Bentuk ujung daunnya bervariasi, ada yang runcing (acutus), meruncing (acuminatus), tumpul (obtusus), dan membulat (rotundatus). 



Daun Aglaonema tersusun berselang-seling dengan tangkai memeluk batang tanaman. Warna daunnya sangat bervariasi, baik motif maupun kombinasi warnanya. Tanaman Aglaonema mempunyai bunga yang sempurna karena memiliki bunga jantan dan bunga betina (Harjadi, 1979), sedangkan menurut Purwanto, (2006) bunga Aglaonema sangat sederhana dan termasuk bunga majemuk tak terbatas dan tergolong bunga tongkol (spadix). Bunga Aglaonema memiliki waktu kemasakkan yang berbeda antara bunga jantan dan betina, sehingga sulit dilakukannya persilangan pada Aglaonema. Bunga Aglaonema berwarna putih dengan seludang putih kehijau-hijauan. Bunga jantan yang sudah masak akan terlihat serbuk sarinya berwarna putih. Perbanyakkan tanaman Aglaonema dapat dilakukan secara generatif dan vegetatif. Perbanyakan generatif dilakukan dengan menggunakan biji. Sedangkan perbanyakan Agalonema vegetatif dilakukan dengan menggunakan anakan, setek bonggol, setek tunas dan cangkokkan. Perbanyakan dengan setek dilakukan dengan menggunakan batang Aglaonema yang berukuran 3-4 cm. (Qodriyah dan Sutisna, 2007).

Ciri ciri dan Identifikasi tanaman 

Secara morfologi, aglaonema terdiri dari akar, batang, daun, bunga, dan biji. Akar aglaonema adalah akar serabut atau wild root (akar liar) karena semua akar tumbuh dari pangkal batang dan berbentuk serabut. 

Habitus Tanaman

Tinggi Tanaman  : 10 - 50 cm

Diameter Tajuk    : 10 - 59 cm

Tanaman

Batang aglaonema termasuk batang basah (herbaceous), bersifat lunak, dan berair. 

Batang dan Percabangan Tanaman

Dilihat dari penampang melintang batang,bulat teres atau bulat berongga


Daun Tanaman

Bentuk daun - Leaf Shape                                : ovate, oblong, deltoid
Susunan daun - Leaf Arrangement :                 : pinnate
Susunan daun dari batang - Leaf Arr. on Stem : petiole
Tulang daun - Leaf Venation                             : Menyirip
Pinggir daun - Leaf Margins                              : rata, serrate
Pangkal daun                                                    : Membulat
Ujung daun   - Leaf Tip                                      : Acuminate, Obtususu, Rotundus
Warna daun - Leaf Colour                                 : Hijau, Putih, Merah, Kuning, Pink
Tangkai daun atau petiole                                  : Petiole
Ukuran daun - Leaf Size                                    : Kecil, Sedang, Besar
Permukaan daun                                               : Rata dan licin

Bentuk daun aglaonema bervariasi, antara lain bulat telur (ovatus), lonjong (oblongus), dan bahkan bentuk delta (deltoideus). Permukaan daun licin dan tidak berbulu serta tepi daun tidak bergerigi. Bentuk ujung daun juga bervariasi antara lain runcing (acutus), meruncing (acuminatus), tumpul (obtusus), dan membulat (rotundatus). Daun tersusun selang-seling atau berhadapan. 


Bunga Tanaman

Bunga aglaonema sangat sederhana, termasuk bunga majemuk dan tergolong bunga tongkol (spandix). 

Pada tongkol, bunga jantan terletak di bagian atas, sedangkan bunga betina pada bagian bawah (Purwanto, 2006). 

Buah Tanaman

Kesesuaian Lahan dan Adaptasi
Ketinggian tempat altitude        : 10 - 1.500 m dl
Kesesuaian suhu                      : 20 - 34 derajat celcius
Kesesuaian tanah                     : drainase baik, tidak tergenang
Kesesuaian curah hujan           : 1.600 - 2.500 mm per tahun
Kesesuaian cahaya                  : Semi Shade, Full Sun
Pertumbuhan Tanaman            : cepat
Kebutuhan Air                           : moderat
Kebutuhan Perawatan              : Pengendalian hama dan penyakit

Aglaonema berasal dari daerah Asia beriklim tropis, dan tersebar dari Cina bagian selatan hingga Filipina (Qodriyah dan Sutisna, 2007), dan mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi (Henny et al, 2008). 
Suhu ideal bagi aglaonema pada siang hari adalah sekitar 30° C dan pada malam hari sekitar 23° C. 
Tanaman aglaonema tumbuh lebih cepat di dataran rendah karena suhu udara lebih hangat dan matahari bersinar lebih lama, sehingga fotosintesis lebih banyak. Pertumbuhan satu helai daun aglaonema memerlukan waktu sekitar 25 hari. Aglaonema membutuhkan naungan  dengan pencahayaan terbatas (10 – 30%). Kelembaban yang sesuai bagi aglaonema yaitu 50 – 60% (Djojokusumo, 2006).

Perbanyakan
Perbanyakan tanaman dengan biji, Stek

Klasifikasi Tanaman

Aglaonema merupakan salah satu tanaman hias yang berasal dari keluarga Araceae. Tanaman hias yang daun yang berasal dari keluarga Araceae lainnya adalah Caladium, Anthurium, dan Philodendron. Taksonomi dari tanaman Aglaonema adalah sebagai berikut: 
Clade         : Monocotyledonae
Order         : Arales
Family        : Araceae
Genus        : Aglaonema
Species      : Aglaonema sp.

Manfaat Tanaman
Manfaat tanaman sebagai tanaman hias 

Lokasi Pemotretan

Lokasi pemotretan di Bekasi, Bogor, Jawa Barat

Detail :
Camera maker : Nikon Corporation
Camera model : Nikon D5200
F Stop : f/5.6
Exposure time : 1/125 sec.
ISO Speed : ISO 400 
Focal lengh : 300 mm
Lens : Sigma 70-300mm f/4-5.6 DG Macro 

Kamus Identifikasi tumbuhan dan tanaman serta Sumber Informasi untuk Pengenalan Tumbuhan dan Tanaman 

Planter and Forester

Saat  tahun 2006 - 2009, saya penggemar Aglonema dan mengkoleksi beberapa Aglonema.
Saat itu, koleksi Pride Sumatra juga menjadi incaran hobiis Aglaonema atai aglonema

 
























0 Response to "Aglaonema, Sri Rejeki, Tanaman Hias Berdaun Indah, Pembawa Keberuntungan "

Post a comment

Arsip Blog

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel