google.com, pub-6935017799501206, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Istana gebang, Rumah Ibu Presiden Soekarno di Blitar - PLANTER AND FORESTER

Istana gebang, Rumah Ibu Presiden Soekarno di Blitar


Istana Gebang

Istana Gebang, Jl. Sultan Agung No. 59 Blitar

https://www.youtube.com/watch?v=5JiiUiGRFV4
Istana Gebang adalah kompleks bangunan yang berada di jalan Sultan Agung Nomor 57 – 59 dan 61, Kampung Gebang, Kelurahan Sanan Wetan, Kecamatan Sanan Wetan, Kotamadya Blitar Provinsi Jawa Timur.
Istana Gerbang Tampak dari depan
Dinamakan ISTANA GEBANG mengikuti nama nama tempat yang berkaitan dengan kegiatan Presiden Republik Indonesia yang pertama “Bung Karno” alias Ir. Soekarno, seperti Istana Merdeka, Istana Negara, Istana Bogor, Istana Batu Tulis, Istana Cipanas, Istana Gedung Agung Yogyakarta dan Istana Tampak Siring di Bali dan memang telah dikenal dengan nama tersebut sejak   tahun limapuluhan.

Merujuk dari buku “Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat” alih bahasa oleh Mayor Abdul Bar Salim, Penerbit Gunung Agung dari Buku Sukarno, an autobiography as told to Cindy Adams edisi Amerika Serikat yang diterbitkan oleh The Bobbs Merrill Company inc, New York tahun 1965 di halaman 47 alinea pertama menerangkan bahwa Ayahanda Bung Karno yaitu R. Soekeni  Sosrodidihardjo yang bertugas sebagai  dipindahkan dari Mojokerto ke Blitar pada tahun 1917, menjabat sebagai Mantri Guru Sekolah Guru Laki Laki (Normal Jongens School) yang lokasinya sekarang adalah SMAN 1 Blitar.

Berikutnya di halaman 50 alinea ketiga diperoleh keterangan bahwa  di musim kemarau tahun 1918 (Tahun yang benar adalah 1919) ketika Bung Karno sedang pulang ke Blitar dalam waktu liburnya, setibanya di tempat kawan kawannya di Wlingi yang  berjarak 20 km sebelah timur Blitar dan Gunung Kelud meletus dengan hebatnya sehingga memutuskan jalur transportasi baik mobil maupun kereta api.

Selanjutnya di halaman 51 alinea keempat tertulis  Di Surabaya Pak Tjokropan rupanya merasa tjemas memikirkan keadaanku. Ia menaiki mobilnya dan melakukan perdjalanan  sehari penuh hanja karena hendak mengetahui  bagaimana keadaanku. Mula mula ia tidak dapat menemuiku atau orang tuaku. Rumah kami selamat akan tetapi rumah itu sudah mendjadi tumpukan lahar dan lumpur.  

Sampai di djalan Sultan Agung 53 ia hanya mendapati rumah kosong sama sekali.

Dari keterangan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa Istana Gebang mulai ditempati oleh Keluarga Bung Karno tahun 1917 – 1919, dibeli dari seorang warga Belanda CH Portier Pegawai Kereta Api di Blitar dan dari beberapa sumber lisan rumah ini beriringan dengan pembangunan Stasiun Kereta Api Blitar di tahun 1884.
Kamar Orang Tua Soekarno sekaligus Kamar Sang Proklamator
Ketika Studi di Technische Hogere School di bandung (Sekarang ITB) Bung Karno masih harus sering berkunjung ke Istana Gebang baik disaat saat liburan maupun meminta uang kuliah dan pemondokan kepada orang tuanya dan kakaknya Sukarmini yang telah bersuamikan Bapak Puguh, seorang pegawai Dinas Pekerjaan Umum di Malang.
Kamar Utama dengan Koleksi Tongkat dan Tombak
Demikian pula selepas kuliahnya dimana memimpin pergerakan kemerdekaan Bung Karno tetap sering berada di Blitar untuk silaturahmi dengan orang tuanya dan keluarganya. Baru setelah masa pembuangan di Ended an Bengkulu,  Bung Karno terpisah dengan rumah ini, orang tua, saudara dan handai taulannya.
Teras Depan sekaligus Ruang Tamu Istana Gebang

Dimasa pendudukan balatentara Jepang, Bung Karno dapat berada di rumah ini meskipun tidak terlampau sering karena kegiatannya mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dari rumahnya di Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Ayahanda dan Ibunya Bung Karno sempat diboyong dari Blitar untuk tinggal di Jakarta menjelang Guntur Sukarnoputra lahir di tahun 1944. Namun pada tanggal 8 Mei 1945 Ayahanda Bung Karno wafat dan dimakamkan di pemakaman Karet, justru hanya bertaut waktu 24 hari dari lahirnya Pancasila yang dipidatokan oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 yang selanjutnya ketika pemugaran Makam Bung Karno di tahun 1978 jenasah ayahandanya dipindahkan untuk disatukan di dalam satu tempat di makam Bung Karno dan ibundanya.
Ruang Tamu Istana Gebang
Bangunan Istana Gebang atau Rumah Ibu Bung Karno terdiri dari :
Rumah Induk
Sisi Kiri
Ruang Tamu
Kamar Tidur Bung Karno dimasa muda
Ruang Keluarga
Sisi Kanan
Kamar tidur tamu laki laki
Kamar tidur tamu wanita
Kamar kakak Bung Karno, Ibu Sukarmini
Kamar Ayah Bunda Bung Karno, selanjutnya Kamar Bung Karno setelah menjadi Presiden setiap berkunjung ke rumah ini, lengkap dengan kamar mandi dalam
2 Gandok kiri untuk kamar tidur tamu selain keluarga dekat berikut teras dalam dan kamar mandi tamu.
Selanjutnya beberapa kamar menjadi kamar putra putri Bung Karno ketika berkunjung ke Blitar
Ruang Keluarga Istana Gebang
Bangunan Belakang
Dari Kiri ke kanan
Dapur setelah menggunakan kompor, sedang dapur asli dari pawonan kayu bakar berada di belakangnya.
Sumur dan penyediaan air dalam botol yang siap untuk dibawa para pengunjung
Kamar mandi asli saat Bung Karno masih muda, pintu dari belakang disamping dapur kayu bakar, Kamar pembantu rumah tangga. Sekarang digunakan untuk kamar petugas.
Kamar penyimpanan alat alat dapur
Ruang makan keluarga
4 buah kamar mandi WC bangunan setelah  Bung Karno menjadi Presiden untuk para pengikut rombongan Presiden.
Kamar Tidur pembantu rumah tangga. Sekarang kamar tidur petugas
Garasi dengan mobil  Mercedes tahun 1961, Type 190 G3
Mesin Ketik di Meja Kerja Bung Karno
2 Buah Rumah Keluarga
1 rumah di ujung kiri depan adalah rumah cikal bakal pembelian pertama ayahanda Bung Karno, 1 rumah diujung kanan depan untuk keluarga
Gudang dan Koleksi Sepeda
Pavilyun
Terletak di samping kiri rumah induk, digunakan untuk keluarga Ibu Sukarmini dan untuk para ajudan dan para pengawal Bung Karno saat berkunjung ke Blitar.

Koleksi Sepeda
Balai kesenian
Dibangun pada tahun 1951, digunakan untuk Pagelaran Seni, Wayang Kulit menyambut kedatangan Bung Karno dan pernah digunakan untuk pagelaran wayang kulit dengan dalang Bung Karno sendiri. Untuk sehari harinya dipergunakan latihan karawitan, tari, pedalangan dan kegiatan kegiatan kesenian lainnya. Di bagian belakang dari Balai Kesenian untuk musholla keluarga.
Dapur Belakang
Merupakan dapur tambahan apabila memerlukan masak dalam volume besar, terletak di belakang dapur. Kamar tukang kebundan gudang.
Rumah Pembantu
Terletak di belakang Bangunan Belakang. Ditempati oleh pembantu pemelihara kuda, baik kuda yang dipakai untuk kereta ayahanda Bung Karno maupun kuda kuda balap yang pernah dimiliki Ibu Sukarmini.
Bekas Kandang Kuda
Terletak diujung kanan di belakang Balai Kesenian. Ketika kunjungan Bung Karno era tahun enampuluhan, yang semakin banyaknya para pengawal ikut dating ke tempat ini, akhirnya dibangun untuk  tempat menginap para pengawal dengan kelengkapan kamar mandi dan WC nya.
Bekas Lumbung Padi.
Terletak dibelakang garasi saat ini tinggal pondasinya yang ditengah tengahnya ditanami pohon rambutan











0 Response to "Istana gebang, Rumah Ibu Presiden Soekarno di Blitar"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel