google.com, pub-6935017799501206, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Seri 1 : 10 Tanaman di Sekeliling Kita yang Bermanfaat - PLANTER AND FORESTER

Seri 1 : 10 Tanaman di Sekeliling Kita yang Bermanfaat

 Seri tanaman

Seri 1 : 10 Tanaman di Sekeliling Kita

Tanaman tanaman yang ada di sekeliling kita.

  1. Chaya - tree spinach - Pepaya Jepang, Cnidoscolus aconitifolius
  2. Kembang sepatu, Hibiscus rosa-sinensis L., 
  3. Kelor, Moringa oleifera 
  4. Kucing galak atau Anting-anting, Acalypha indica. L 
  5. Kastuba, Euphorbia pulcherima 
  6. Urang-aring, Eclipta alba(L.) Hassk., sinonim:Eclipta prostrataL. 
  7. Belimbing wuluh, 
  8. Calingcing Getih-getihan, Rivina humilis, 
  9. Sapu manis, Scoparia dulcis 
  10. Ketul, Bidens pilosa

Chaya - tree spinach - Pepaya Jepang, Cnidoscolus aconitifolius
Nama Populer - Pop name    :  Pepaya Jepang
Nama Latin - Latin Name            Cnidoscolus aconitifolius
Family                          
Origin - Daerah Asal                 : Meksiko                      
Tipe Tanaman Hias                     Tanaman Taman
Propagasi perbanyakan         : Stek, Biji dan cangkok
Media Tanam                     : Tanah Kebun 
Perlakuan khusus                     : Pemangkasan dan Pemupukan 

Chaya tree spinach, (Cnidoscolus aconitifolius) di kenal di Indonesia dengan pepaya jepang, padahal jelas bukan pepaya dan bukan dari Jepang. Tanaman ini berasal dari Semenanjung Jucatan, Mexico. Banyak ditanam sebagai tanaman pagar. Hasil2 penelitian menunjukkan manfaat daun Chaya utk Kesehatan. Beberapa menyebutnya sebagai "keajaiban dari Suku Maya" (the Maya Miracle plant). 
Berikut beberapa penyakit yang bisa diatasi dengan mengkonsumsi daun chaya: 
  1. Mencegah anemia, 
  2. Menyembuhkan asma, 
  3. Meningkatkan penglihatan dan fungsi otak, 
  4. meningkatkan kadar kalsium dalam tubuh,Osteoporosis, 
  5. Mengatur kadar gula darah dan diabetes Sakit tenggorokan dan infeksi tenggorokan, 
  6. Mencegah sakit kepala, 
  7. Mengatur kadar kolesterol dan kadar asam urat dalam darah, 
  8. Menyeimbangkan sistem metabolisme, 
  9. Mencegah varises,
  10. Mencegah wasir,
  11. Mendetoksifikasi hati,
  12. Membantu tumbuh kembang anak. 
Catatan penting :jangan memasak atau menyajikannya pada panci aluminum, dapat terjadi kontaminasi yang menyebabkan diare

Kembang sepatu, Hibiscus rosa-sinensis L., 
Nama Populer - Pop name    : Kembang Sepatu
Nama Latin - Latin Name            Hibiscus rosa-sinensis L
Family                           : Rosaceae
Origin - Daerah Asal                 : Tropis
Tipe Tanaman Hias                     Tanaman Taman
Propagasi perbanyakan         : Stek, Biji dan cangkok
Media Tanam                     : Tanah Kebun 
Perlakuan khusus                     : Pemangkasan dan Pemupukan 
Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)

Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.), tanaman dari suku Malvaceae banyak ditanam sebagai tanaman hias di daerah tropis dan subtropis. Berasal dari Asia Timur. Bunga besar, berwarna merah dan tidak berbau. Bunga dari berbagai kultivar dan hibrida bisa berupa bunga tunggal (daun mahkota selapis) atau bunga ganda (daun mahkota berlapis) yang berwarna putih hingga kuning, oranye hingga merah tua atau merah jambu. 

Di Sumatra dan Malaysia, kembang sepatu disebut bunga raya. Bunga ini ditetapkan sebagai bunga nasional Malaysia pada tanggal 28 Juli 1960. Informasi dari berbagai sumber, bunga sepatu sangat berguna untuk pengobatan, mulai dari akar, batang, daun, bunga, dan kelopak bunga bermanfaat bagi kesehatan. 

  • Pada bagian bunga mengandung gossy peptin anthocyanin dan glucoside hibiscin yang mempunyai efek diuretic dan choleretic, memperlancar peredaran darah, mencegah tekanan darah tinggi, serta berfungsi sebagai tonik (obat kuat). 
  • Asam amino dalam bunga sepatu berperan dalam proses peremajaan sel tubuh. Bunga dapat dikeringkan dan diseduh untuk diminum sebagai teh. 
  • Sedangkan akar dan daun bunga sepatu mengandung Calcium oksalat, peroxidase, lemak dan protein. 
  • Berkisar antara 15% hingga 30% dari tanaman bunga sepatu terdiri dari asam tanaman seperti asam sitrat, asam malat, asam tartarat dan allo-hidroksisitrat lakton asam, yaitu asam kembang sepatu. 
Beberapa manfaat antara lain: 
  1. Memberikan perlindungan terhadap infeksi, 
  2. Mengobati Batuk dan Sariawan, 
  3. Menurunkan demam, 
  4. Mengobati bronkhitis, 
  5. Obat penyakit gonorhoe, 
  6. Obat Sakit Kepala, 
  7. Mengobati gondokan, 
  8. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi), 
  9. Memperlancar kencing, 
  10. Mengeluarkan Racun di dalam Tubuh, 
  11. Menyehatkan rambut, 
  12. Mencegah keputihan, 
  13. menjaga Kesehatan Kulit

Kelor, Moringa oleifera 
Nama Populer - Pop name    : Kelor
Nama Latin - Latin Name            Moringa oleifera 
Family                           : Moringaceae
Origin - Daerah Asal                
Tipe Tanaman Hias                     Tanaman Taman
Propagasi perbanyakan         : Stek, Biji dan cangkok
Media Tanam                     : Tanah Kebun 
Perlakuan khusus                     : Pemangkasan dan Pemupukan 

Kelor, Moringa oleifera

Kelor (Moringa oleifera) adalah sejenis tumbuhan dari suku Moringaceae. Tumbuhan ini dikenal dengan nama lain seperti: limaran, moringa, ben-oil (dari minyak yang bisa diekstrak dari bijinya), drumstick (dari bentuk rumah benihnya yang panjang dan ramping), horseradish tree, dan malunggay di Filipina. 

Kelor tumbuh dengan cepat, berumur panjang, berbunga sepanjang tahun, dan tahan kondisi panas ekstrim. Tanaman ini berasal dari daerah tropis dan subtropis di Asia Selatan. Tanaman ini umum digunakan untuk menjadi pangan dan obat di Indonesia.  Biji kelor juga digunakan sebagai penjernih air skala kecil. 
Kelor, Moringa oleifera

Di Indonesia kelor juga banyak dikenal berhubungan dengan dunia mistis. WHO merekomendasikan agar bayi dan anak banyak mengkonsumsi daun kelor. Perbandingan gram, daun kelor mengandung: 7 x vitamin C pada jeruk, 4 x calcium pada susu, 4 x vitamin A pada wortel, 2 x protein pada susu, 3 x potasium pada pisang. Setelah melakukan berbagai studi, WHO menetapkan kelor sebagai pohon ajaib.

Kucing galak atau Anting-anting, Acalypha indica. L
Nama Populer - Pop name    : Kucing Galak,Anting Anting
Nama Latin - Latin Name            Acalypha indica. L
Family                          
Origin - Daerah Asal                
Tipe Tanaman Hias                     Tanaman Taman
Propagasi perbanyakan         : Stek, Biji dan cangkok
Media Tanam                     : Tanah Kebun 
Perlakuan khusus                     : Pemangkasan dan Pemupukan 

Tanaman yg oleh petani dikenal sebagai gulma, namun juga bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah tumbuhan kucing galak atau Anting-anting (Acalypha indica. L). 

Tumbuhan ini telah banyak digunakan secara tradisional sebagai obat disentri, diare, gangguan pencernaan, muntah darah, berak darah dan kencing darah, dan mimisan. Tumbuhan ini memiliki rasa pahit. Akar pada tanaman anting-anting dapat digunakan untuk menurunkan kadar asam urat darah yang tinggi, meredakan nyeri pada rematik, pengobatan diabetes mellitus dan meredakan pegal linu.

Kastuba, Euphorbia pulcherima 
Nama Populer - Pop name    : Kastuba
Nama Latin - Latin Name            Euphorbia pulcherima 
Family                          
Origin - Daerah Asal                 : Amerika 
Tipe Tanaman Hias                     Tanaman Taman
Propagasi perbanyakan         : Stek, Biji dan cangkok
Media Tanam                     : Tanah Kebun 
Perlakuan khusus                     : Pemangkasan dan Pemupukan 

Kastuba, Euphorbia pulcherima, berasal dari Meksiko bagian selatan dan Amerika Tengah, namun saat telah menyebar luas ke berbagai negara, termasuk Indonesia. 

Kastuba memiliki daun yang unik dan cantik bak bunga indah yang penuh dengan aneka warna. Warna merah menyala pada daun muda membentuk kombinasi warna menarik dengan daun tua yang berwarna hijau/hijau tua. 

Banyak mitos dan folklore yang berkembang seputat kastuba. Tanaman ini dipercaya beracun, namun belum ada bukti ilmiah yang kuat. 

Beberapa senyawa penting yang terdapat dalam daun kastuba seperti alkaloida, germanikol, saponin, 121-a mirin, lemak, amylodextrin. Batang mengandung saponin, zat sulfur, lemak, asam format, amylodextrin, psedotaraksasterin, dan kanji. Efek farmakologis pada kastuba termasuk hemostatis, emetik, anti inflamasi, dan galaktagog. Tanaman ini memiliki sifat sejuk, dengan rasa pahit dan agak sepat.

Urang-aring, Eclipta alba(L.) Hassk., sinonim:Eclipta prostrataL.
Nama Populer - Pop name    : Urang Aring
Nama Latin - Latin Name            Eclipta alba
Family                          
Origin - Daerah Asal                
Tipe Tanaman Hias                     : Gulma indah
Propagasi perbanyakan         : Stek, Biji dan cangkok
Media Tanam                     : Tanah Kebun 
Perlakuan khusus                     : Pemangkasan dan Pemupukan 

Urang-aring (Eclipta alba (L.) Hassk., sinonim: Eclipta prostrata L.) kebanyakan ditemukan liar sebagai gulma, anggota suku Asteraceae. Terna ini terkenal karena kegunaannya sebagai penyubur rambut. 

Urang-aring juga memiliki khasiat sebagai tumbuhan obat. Beberapa nama-nama lainnya, di antaranya orang-aring (Jw.); te-lenteyan (Md.); daun tinta (Banda); daun sipat, keremak jantan (Mly.); dan false daisy (Ingg.). Urang-aring menghasilkan zat pewarna hitam yanh digunakan untuk menghitamkan rambut dan untuk membuat tato. 

Seduhan daun urang-aring dalam minyak kelapa populer di Jawa hingga sekitar tahun ’70-an. Dalam Ayurveda (ilmu pengobatan India), urang aring diyakini sebagai semacam rasayana yang memiliki khasiat panjang usia dan awet muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urang-aring memiliki daya pengobatan terhadap gangguan hati (hepar) dan lambung

Belimbing wuluh, Averrhoia bilimbi
Nama Populer - Pop name    : Belimbing wuluh
Nama Latin - Latin Name            Averrhoia bilimbi
Family                          
Origin - Daerah Asal                 : Indoensia
Tipe Tanaman Hias                     Tanaman sayur dan obat
Propagasi perbanyakan         : Stek, Biji dan cangkok
Media Tanam                     : Tanah Kebun 
Perlakuan khusus                     : Pemangkasan dan Pemupukan 

Belimbing wuluh, Averrhoa bilimbi

Belimbing wuluh (dikenal pula dengan nama belimbing sayur, belimbing buluh, belimbing botol, belimbing besi, atau belimbing asam) diperkirakan berasal dari Kepulauan Maluku, dan dikembangbiakkan serta tumbuh bebas di Indonesia dan banyak negara lain, biasanya ditanam di pekarangan untuk diambil buahnya sebagai bumbu masakan dan campuran ramuan jamu. 

Secara tradisional, tumbuhan digunakan sebagai tanaman herbal, baik daun, bunga, maupun buahnya. Daunnya digunakan untuk mengobati sakit perut, gondong (parotitis), dan rematik, bunganya digunakan untuk mengobati batuk dan sariawan (stomatitis), sedangkan buahnya sering digunakan untuk mengobati batuk rejan, mengobati bisul, mencegah diabetes dan menghilangkan jerawat. 

Manfaat spesifik belimbing wuluh adalah menurunkan gula darah, menurunkan obesitas, mengatas alergi, menurunkan hipertensi dan mengurangi demam flu.

Calingcing Getih-getihan, Rivina humilis
Nama Populer - Pop name    : Calingcing,Getih getihan
Nama Latin - Latin Name            Rivina humilis
Family                          
Origin - Daerah Asal                
Tipe Tanaman Hias                     : Gulma berkhasiat
Propagasi perbanyakan         : biji
Media Tanam                     : Tanah Kebun 
Perlakuan khusus                    
Calingcing Getih-getihan, Rivina humilis

Getih-getihan (Rivina humilis), namanya mengacu pada warna cairan dari buah yang sering jadi unsur mainan anak-anak. Oktober sampai Juni tanaman ini menghasilkan bunga berwarna putih dan buah berwarna merah cerah. 

Uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak getih-getihan positif mengandung steroid yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri tertentu. Sifat toksik pada tanaman ini berpotensi untuk dijadikan herbisida alami.

Sapu manis, Scoparia dulcis 
Nama Populer - Pop name    : Sapu Manis
Nama Latin - Latin Name            Scoparia dulcis 
Family                          
Origin - Daerah Asal                
Tipe Tanaman Hias                     : Gulma
Propagasi perbanyakan         : Biji 
Media Tanam                     : Tanah Kebun 
Perlakuan khusus                    

Sapu manis (Scoparia dulcis) adalah spesies tumbuhan berbunga anggota Famili plantaginaceae. Tumbuhan dikenal dengan nama lokal grinje menir, grinje jepun, dan jaka Tua. Anak-anak memainkannya sebagai mrica-mricaan. 

Seluruh bagian tanaman ini mengandung saponin dan flavonoida, sedangkan akarnya mengandung alkaloida. Hasil penelitian menunjukkan kandungan senyawa aktif Scopadulin, Scopadulcol, asam scopadulcic, asam scoparic, scoparinol. Dengan adanya kandungan senyawa-senyawatersebut, tanaman ini bersifat antimikroba, antioksidan, analgesic, diuretic, antiinflamasi, dan antihiperglikemik. 

Tanaman ini dipercaya sebagai obat tradisional untuk pengobatan alternatif beberapa penyakit diabetes, anemia, dan hipertensi. Dalam beberapa publikasi tananam dapat digunakan sebagai pengganti opium

Ketul, Bidens pilosa
Nama Populer - Pop name    : Ketul
Nama Latin - Latin Name            : Bidens Pilosa
Family                          
Origin - Daerah Asal                
Tipe Tanaman Hias                     : Gulma
Propagasi perbanyakan         : Biji 
Media Tanam                     : Tanah Kebun 
Perlakuan khusus                    

Ketul (Bidens pilosa) merupakan sepupu dari bunga aster. Berbunga kecil, banyak tumbuh di belukar dan pinggir jalan. 

Banyak dikenal sebagai gulma. Dikenal dengan banyak nama, antara lain: acerang, ajeran, hareuga (Sd.); ketul, petul, ketulan, ketul kebo, ketul sapi, jaringan, caringan (Jw.); lancing thuwa, cing-lancingan (Md.) 

Daunnya digunakan secara luas dalam pengobatan tradisional. Rebusan atau perasan daun dimanfaatkan untuk mengatasi batuk, angina (sakit dada), sakit kepala, demam, diabetes, sembelit, mencret, kecacingan, sakit perut, sakit gigi, keracunan, pegal-pegal, serta dicampurkan dalam air mandi untuk menyembuhkan gatal-gatal dan nyeri rematik. 

Dari hasil penelitian medis, membuktikan bunga ketul memiliki sifat farmakologis yang efektif, antara lain: antibakteri, anti inflamasi, anti allergi, antimalaria, T helper sel modulator, imunosupresif antihyperglycemic, anti hipertensi, anti ulcerogenic, hepatoprotektif, anti leukemia, anti kanker, antipiretik, anti virus, anti angiogenik, antibiotik





0 Response to "Seri 1 : 10 Tanaman di Sekeliling Kita yang Bermanfaat"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel