google.com, pub-6935017799501206, DIRECT, f08c47fec0942fa0 6 Jenis Tanaman Karnivora Pemangsa Serangga, Carnivorous Plant, yang Buas dan Kejam - PLANTER AND FORESTER

6 Jenis Tanaman Karnivora Pemangsa Serangga, Carnivorous Plant, yang Buas dan Kejam

6 Jenis Tanaman Karnivora Pemangsa Serangga, Carnivorous Plant, yang Buas dan Kejam

Tanaman Pemakan Serangga 

Keanekaragaman tumbuhan yang tumbuh dan berkembang di sekitar kita, sesungguhnya menyimpan banyak misteri.  Untuk bertahan hidup beberapa jenis tanaman bisa menjadi tersangka kriminal karena melakukan pembunuhan terhadap sesama makhluk hidup.

Sebagai contoh tumbuhan Nephentes alias Periuk Hantu alias Kantung Semar yang sekarang ini peringkatnya sudah naik menjadi tanaman, alias diburu dan dibudidyakan sebagai tanaman hias.

Di balik bentuk dan warnanya yang indah dan disukai banyak penggemar, ternyata memiliki sifat kejam dan bengis. Anda bisa membayangkan berapa belasan, puluhan bahkan ribuan nyawa lalat dan serangga yang melayang karena tergelincir dan terperangkap di dalam kantung Nephentes dan tersiksa dan teraniaya karena racun asam pekat dan lambat tetapi pasti menjadi santapan sang bunga nan indah dan cantik.

Berikutnya ada beberapa tanaman dalam kelompok tanaman karnivora alias Canivorous plant yang memiliki cara dan teknik dalam melakukan pembunuhan dan penganiayan sebelum akhirnya disantap. Jenis Dionaea alias fly trap yang memiliki serangkaian gigi yang menyeringai bak srigala yang lapar dan siap memangsa buruannya. Begitu ada serangga yang lewat, mulut yang terbuka menganga, segera menutup dan gigi gigi yang tersusun menutup dan saling bertautan memperangkap sang serangga bak jeruji besi dan menelan hidup hidup sang serangga. Sadis.

Berikut termasuk tumbuhan karnivora buas di alam yang sudah didomestikasi menjadi tanaman hias dan tanaman yang banyak penggemarnya sebagai koleksi dan bernilai tinggi.

  1. Nephentes
  2. Sarracenia
  3. Dionaea
  4. Uticularia
  5. Drosera
  6. Pinguicula

Berurutan berikut informasi dari tanaman tanaman buas tersebut.
Nephentes Kantong Semar, Tanaman Pemakan Serangga

Nephentes Sang Kantong Semar 
Nephentes yang dijuluki mirip tokoh pewayangan Jawa yang memiliki postur tumbuh tambun dan besar, pendek dan bijaksana.

Saat saya menjelajah hutan hutan Kalimantan, tanaman Nephentes banyak tumbuh di daerah kritis dan hutan kerangas, sebagian juga tumbuh di lahan lahan gambut.

Tersebar dari Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantann Selatan dan Kalimantan Tengah serta Utara. DI daerah Sumatera juga merupakan endemik beberapa jenis kantong Semar. Indonesia merupakan surga bagi kantong semar dan harus tetap dilestarikan karena hampir semua species Naphentes masuk dalam daftar CITES Convention on International Trade in Endangered Species of Wild FLora and Fauna sebagai tanaman yang rentan mengalami kepunahan.
Nephentes, Tanaman Karnivora Pemakan Serangga

Saat hanya sebagai tumbuhan liar, Nephentes dipandang sebelah mata dan tumbuh dengan aman dan nyaman di hutan belantara. Kalaupun Nephentes dimanfaatkan oleh masyarakat secara tradisional pemanfaatannya sangant amat bijaksana. Batang Nephentes digunakan sebagai tali pengikat, sangkar burung dan pagar. Akar dan cairan kantung dipakai sebagai obat. Kantongnya digunakan sebagai bungkus makanan seperti lemang ataupun ketupat.

Tanaman Nephentes sesungguhnya sangat mudah tumbuh dan mampu tumbuh di berbagai jenis lahan, mulai dari tanah dan area yang gersang dan kering, tanah terbuka atau terlindungi dan ternaungi yang sangat miskin hara dan memiliki kelelbabab yang sangat tinggi.
Nephentes, Kantong Semar, Tanaman Karnivora

Beberapa Nephentes hidup sebagai epifit alias menempel di pohon dan terestrial atau tumbuh di permukaan tanah seperti tanah gambut, pasir, tanah kapur selah bebatuan, serasah, daun dan tanah gunung).

Dari pH yang tinggi hingga pH rendah tanah asam dari berbagai jenis tanah dan tumbuh di kawasan daerah dengan ketinggian 1 m hingga 3000 m di atas permukaan laut.

Kemampuan tumbuh Nephentes ini karena memiliki kantung atau kantong yang merupakan bentuk modifikasi dari daun yang berguna untuk menangkap serangga yang dijadikan sebagai makanan agar bertahan hidup.

Nephentes, Kantong Semar, Tanaman Pemakan Serangga

Banyak julukan atau nama yang diberikan kepada Nephentes dan memang diberi nama sesuai imaginasi dari masing masing pemberi nama seperti 
  • Periuk Monyet julukan dari Riau
  • Kantung Beruk juluka dari Jambi
  • Ketakung nama dari Bangka
  • Ketupat napu atau Telep Ujung nama dari Kalimantan Tengah
  • Selo bengongong nama dari Kalimantan Timur
  • Kantong Qodah nama dari Sumatera Barat
  • Sorok Raja Mantri nama dari Jawa Barat karena memang tempat menyimpan uang raja raja atau bangsawan karena konon kanotng semar bisa membawa rejeki
Selanjutnya dijuluki Kantong Rejeki karena Nephentes juga mendatangkan rejeki kalau dijual dan diperdagangkan.

Nephentes juga dijuluki  Periuk Hantu karena daun kantongnya mampu memangsa serangga yang terjebak masuk ke dalam kantong.
Sarracenia, Tanaman Pemakan Serangga, Tanaman Karnivora

Sarracenia Sang Kantong Pemikat yang Indah
Sarracenia adalah tanaman buas alias Karnivora yang berkantong dari Amerika Selatan. Tanaman pemakan serangga ini mampu hidup di dua musim dan tumbuh di daerah yang berdekatan dengan pantai. 

Tumbuh di daerah dengan suhu hangat hingga sedang dan tipikal Sarracenia adalah memerlukan musim dingin dan musim panas untuk kelangsunga hidupnya meskipun ada juga yang hidup di daerah pegunungan.
Sarraceni, tanaman pemakan serangga yang indah

Selain itu Sarracenia juga ada yang hidup di daerah rawa rawa yang basah dan lembab.  Tanaman Sarracenia memang menyukai daerah lembab yang mengandung bahan organik dan humus yang tinggi.

Untuk spesies dan jenis tertentu, tanaman Sarracenia mampu tumbuh hingga ketinggian 1 m dengan diameter kantung yang terbentuk sekitar 5 cm.

Daya tarik tanaman Sarracenia adalah warna tanaman yang  beraneka ragam serta kemampuannya menagkap serangga.  Perbedaan warna dari tanaman Sarracenia selain di warna kantong terjadi juga perbedaan warna pada tudung dan tanaman ini akan semakin menarik karena beberapa jenis Sarracenia memiliki bunga.

Sarracenia, tanaman Pemakan Serangga Carnivorous Plant

Tanaman Karnivora Sarracenia sudah ditemukan sejak abad 15 berbarengan dengan Colombus menemukan dunia baru yaitu Benua Amerika dan nama Sarracenia ditemukan pertama kali oleh Michel Sarrazin, bapak botani.

Seperti tanaman berkantung lainnya, Sarracenia hidup dengan mengandalkan  kantongnya untuk menangkap serangga sebagai sumber makanan.

Warna dan bau harum di bibir kantong mampu memikat serangga untuk mendekati tanaman berkantong indah ini. Setelah serangga masuk dan ternyata tertipu, Sang Tanaman Berkantung Sarracenia pun memangsa serangga ini. Kantong tanaman Sarracenia mengeluarkan enzim tertentu untuk membantu mencerna serangga ayng terperangkap.
Kantong Sarracenia mengeluarkan enzim tertentu untuk mencerna makanan 

Perbedaan dengan tanaman Kantong Semar, tanaman Sarracenia memiliki kantung dan merupakan bagian dari tanaman yang tumbuh dari dasar dan meninggi langsung dari tanah. Akar dan batang tanaman berada di dalam tanah dan kantung seperti muncul gbitu saja dari tanah. Sedangkan Kantong Semar merupakan bagian dari daun tanaman dan tumbuh menggelantung.

Tanaman Sarracenia merupakan tanaman dengan masa hidup yang lama dan berbunga sepanjang tahun dan termasuk tanaman semak yang tumbuh cepat di tanah.
Bunga Sarracenia yang indah

Perawatan tanaman relatif saangat mudah dan perbanyakannya pun juga mudah.  Tanaman Sarracenia tidak bisa melakukan pollination dengan serbuk sari sendiri.  Sarracenia membutuhkan manusia untuk membantu proses penyerbukan dan di alam proses penyerbukan dibantu oleh lebah.

Tanaman Sarrcenia membutuhkan sinar matahari dengan intensitas tinggi alias full sun shine dalam masa pertumbuhannya. Saat musim panas, merupakan saat berbunga untuk tanaman karena mendapatkan sinar matahari penuh.
Bunga Tanaman Karnivora Sarracenia

Tanaman Sarracenia merupakan tanaman yang peka terhadap genangan air, jadi jangan sampai ada genangan air dan kalau pun di tanam di pot harus dibuat lubang lubang drainase yang banyak dan porus. Jangan sampai ada air yang tergenang di dalam pot dan media.

Tanaman Sarracenia sangat cocok ditanam di Indonesia dan bakal menjadi saingan Kantong Semar sebagai Tanaman Hias Karnivora alias Tanaman Hias yang buas.

Dionaea tanaman Karnivora yang memiliki gigi mengerikan

Dionaea muscipula Sang Kantong Bergigi Menyeringai 
Tanaman dengan sebutan Venus Fly Trap atau Queen of carnivorous plant alias Ratu Tanaman Karnivora.

Dionea dengan trigger untuk menutup daun saat memangsa serangga

Tanaman ini memiliki bentuk yang imut dan indah dengan tampilan garang seperti susunan gigi yang siap melahap siapa saja.

Tumbuh menempel di tanah dengan susunan daun roset seperti mawar dengan diameter 8 -12 cm.

Daun merupakan bagian yang paling menarik dan jika diperhatikan ada dua daun dalam setiap tangkainya yang membentuk angka delapan 8. Daun yang sesunguhnya adalah daun yang berada di bagian paling ujung dan daun  yang dekat dengan batang berupa tangkai daun yang melebar adalah daun semu.

Serangga yang terperangkap Tanaman Dionaea 

Bagian daun asli berbentuk oval dan terlipat menjadi dua dengan pinggiran yang mirip deretan gigi buaya dengan tulang daun berada di tengah yang mirip engsel dan fungsinya sebagai poros atau bidang pelipatan.

Permukaan daun licin berwarna hijau cerah dan ada varietas lain bila ikilmnya mendukung akan berwarna merah seperti pada Dionaea muscipula Red Dragon.

Pada daun tanaman Dionaea muscipula jika diperhatikan lebih lanjut, pada permukaan daun terdapat 3 jarum tegak yang berfungsi sebagai trigger.  Dalam satu daun terdapat 6 - 8 trigger.  Jarum ini berfungsi sebagao radar bila ada mangsa yang terjebak. Pada bagian tepi daunnya yang bulat bermodifikasi menjadi serabut kaku yang berfungsi sebagai terali besi alias alat pengurung untuk mangsa atau serangga yang terperangkap.

Tanaman Dionaea yang memiliki keunikan meskipun terkenal kejam kepada Serangga

Ketika ada serangga yang yang nyasar dan tertarik mendekati tanaman Dionaea dan tidak sengaja meyentuh jarum atau trigger dan terangsang, serta merta daun akan menutup dan gerigi yang menyeringai akan menutup saling bertautan seperti pintu besi. 

Tanaman sadis dan kejam yang ditemukan oleh Dawin pada abad 19 dan sempat membuat penasaran hampir seluruh kalangan ahli botani dan memang unik karena memiliki mekanisme penangkapan mangsa atau serangga yang dramatis.

Penyebaran tanaman ini hanya terbatas di perbatasan utalara dan selatan Carolina, Amerika dan mulai dikembangkan ke berbagai negara sebagai tanaman hias dan tanaman koleksi.
Dionaeae yang indah, Tanaman Predator Serangga

Tanaman Dionaea  alias Vebus Fly Trap ini tumbuh di daerah gersang, tandus dan berpasir dengan tanah asam atau pH rendah sekitar pH 3 -5 . Tumbuh subur di daerah dengan temperature dengan kisaran 6 - 26 derajat celcius meskipun terkadang juga bertahan dalam kondisi beku. Tanaman ini juga ditemukan di daerah rawa rawa di pinggiran pantai dan bukan di hutan hutan seram di Amazon atau di Kalimantan seperti di film film yang menyeramkan. 

Keunikan tanaman ini kalau ditanam di Indonesia adalah mensiasati masa dormansi tanaman Dionaea, yaitu dengan memasukkannya di dalam lemari es hingga 2 - 4 bulan, biar Sang tanaman merasa seperti di negara asalnya.

Pembiakan tanaman dengan biji, pemisahan rumpun dan stek daun di media Spagnum moss dan akan berakar setelah 4 - 6 minggu. Saat ini, pembiakan dengan Tissue Culture menjadi pilihan yang bagus untuk mendapatkan tanaman dalam jumlah banyak dan dalam waktu singkat.

Jika anda ingin memeliharanya, gunakan media spagnum moss dan tempatkan di bawah sinar matahari penuh dan menempatkannya di tempat terbuka supaya bisa menagkap serangga.  Jika tidak ada serangga yang tertangkap, anda bisa menyuapinya dengan lalat, lebah atau belalang sehingga ada makanan untuk hidup.  DI beberapa negara, karena penggemar dan Komunitas Tanaman Karnivora alias Carnivorous Plant sudah banyak, ada supplier yang menjual serangga atau lalat kering sebagai makanan Sang Dionaea. 
Dionaea, tanaman pemakan serangga yang layak dikoleksi
Kisah serangga lalat yang mata majemuknya tertarik dengan warna merah daun Dionaea yang menggoda dan dikira bunga.  Begitu sang lalat mendekat, sudah dihidangkan dan disajikan minuman manis yang menggoda berupa cairan nektar yang dihasilkan oleh kelenjar di sekeliling daun.  Sang Lalat pun dengan asyiknya menikmati dan mencecap manisnya madu nektar hingga terlena dan tanpa sengaja menyentuh trigger yang ada dipermukaan daun.  Begitu trigger tersentuh, tidak lebih dari 20 detik atau minimal 2 trigger yang tersentuh, daun itu pun mengatup dan menutup. Waktu yang dibutuhkan untuk mencerna sang lalat setidaknya selama 7 hari dan bagian yang keras seperti kepala tidak ikut dimakan. Setelah prosesi makan selesai, jerat mautpun terbuka kembali.
Utricularia sang Penjerat Serangga di air

Utricularia Sang Penjerat Mangsa dalam air
Genus tumbuhan ini sering dijuluki bladderworts memiliki bunga yang cantik dan umumnya bunga Utricularia  berwarna   kuninig, putih dan ungu. Bentuk bunga menyerupai bunga anggrek.

Tumbuhan  Utricularia hanya memiliki perakaran sangat sedikit bahkan beberapa spesies Utricularia tidak memiliki akar.

 Banyak yang mengira bahwa Utricularia atau Bladderworts adalah gulma air karena tiba tiba muncul di permukaan  air dengan bunga menyolok, berwarna kuning atau ungu. Ternyata tanaman ini adalah lubang maut bagi serangga kecil atau bahkan hewan kecil.
Utricularia atau Bladderworts yang juga cocok dijadikan tanaman akuarium


 .   
Tanaman Bladderworts mencari makan dengan jalan emamngsa berbagai jenis binatang kecil. Utricularia memiliki perangkap serangga dengan ukuran yang bervariasi tergantung dari jenisnya. Alat perangkap itu dilengkapi dengan rambut yang bisa bergerak untuk menagkap mangsa yang berukuran mungil dan terletak diantara daun.
  
Drosera, tanaman dengan Tentakel Pencabut nyawa Serangga
Drosera, Tentakel Pencabut Nyawa Mangsa
Tanaman yang seperti memiliki lengan lengan panjang yang siap memangsa dan menjerat serangga serangga kecil yang tertipu dengan penampilan indah Drosera.

Tanaman Drosera menangkap mangsa dengan menggunakan daunnya yng memiliki tentakel  di bagian tepinya.  Bentuk daun menyerupai kerang, yaitu terbagi menjadi dua bagian seperti cakram.  Kedua belah cakram itu bisa membuka dan menutup.  BInatang atau serangga yang akan  dimangsa akan terjepit diantara tentakel yang terdapat di pinggir daun. Mangsa utama Drosera adalah berbagai jenis serangga kecil seperti nyamuk, semut, kutu daun dan berbagai serangga kecil lainnya. 

Drosera dengan Tentakel sebagai Tanaman Karnivora

Tanaman ini menginginkan daerah lembab dengan suhu optimum berkisar 20 - 32 derajt celcius.

Drocera tumbuh subur jika ditanam di tempat yang terkena sinar matahari penuh dan ada beberapa speses yang perlu naungan untuk tumbuh baik.

Ada 3 golongan Drosera yang bisa didomestikasi dan ditanam karena memiliki ketahana  yang bagus dan mampu beradaptasi dengan lingkungan tumbuh.

Drosera sub tropis seperti Droserafiliformis dan Drosera intermedia. Drosera filiformis memiliki tentakel berwarna merah serta bunga berwarna merah jambu.  Drosera filiformis tidak bisa tumbuh di daerah tropis.  Drosera intermedia memiliki bentuk daun meruncing dengan panjang sekitar 5 - 7 cm.  Tanaman ini termasuk tumbuhan liar dan memiliki kemampuan  baik untuk bertahan dalam kondisi suhu rendah.
Drosera, tanaman Karnivora, Carnivour plant yang indah 
.  
Drosera Tropis, beberapa jenis Drosera seperti Drosera adelae, Drosera binata, dan  Drosera capensis. Drosera tropis menhendaki sinar matahari yang cukup dan tumbuh subur jika ditanam pada daerah dengan sinar matahari penuh. Drosera adelae sangat cocok sebagai tanaman terarium dan bunganya berbentuk bintang dan berwarna merah jambu. Drosera binata memiliki percabangan memanjang dengan daun banyak dan lebih cocok ditanam di Pot Gantung.

Drosera binata adalah tanaman yang banyak ditemukan di daerah Australia.  Drosera capensis bisa tumbuh subur di tempat yang banyak matahari ataupun di bawah naungan. Bentuk dan warna  bunganya mirip dengan bunga fuchsia.
Pinguicula, tanaman  pemangsa Serangga dengan perekat

Pinguicula, Si Tanaman Perekat alias Pengelem
Tanaman Pinguicula bentuknya mirip bunga mawar dengan dengan susunan mirip kelopaknya.  Demikian juga dengan warna tanaman Pinguicula ada yang merah, merah muda, ungu, hijau, hijau terang atau kuning.

Perbedaan adalah posisi bunga mawar di atas tanaman dan kalau tanaman Pinguicula bagian yang mirip bunga mawar tumbuh di tanah dan seperti roset. 

Pinguicula tanaman pemakan serangga yang cantik dan layak dikoleksi

Penampakan inilah yang menyebabkan beberapa serangga sering tertipu dengan keindahannya.  Bentuk daun Pinguicula seperti daun nenas yang memanjang. Kelopak bunga atau daun gemuknya seperti cocor bebek. Ukuran daun tergantung  jenis, dengan panjang antara 2 - 30 cm dan bila dipegang terasa halus, kaku dan sukulen alias lunak dan berair.

Seperti tanaman Karnivora lainnya, Bunga yang terletak di atas, menarik dan lengkap dengan tangkai  bunga yang panjang.  Warna bunga sangat beragam muali dari biru, ungu, putih, kuning, hijau dan merah.

Bunga tanaman ini memiliki 5 kelopak yang terpisah, dua dibawah dan 3 kelopak lagi di atas.

Pinguicula dengan kelenjar yang mampu mengeluarkan Lem untuk menjerat serangga

Tanaman pemakan serangga ini terbilang unik. tanaman buas Pinguicula memanfaatkan kelenjar pada bagian keseluruhan  daun untuk menangkap serangga.

Kelenjar atau enzim ini bersifat lengket seperti lem.  Bila seekor serangga   terpesona pada bunga dan terperangkap di dalam tanaman, tidak akan bisa keluar lagi. Enzim yang ada di tanaman Linguicula akan membantu mencerna serangga sehingga bisa diserap sarinya baik protein, lemak ataupun mineral oleh tanaman untuk kelangsungan hidup. 

Pinguicula, Si Tanaman Perekat alias Pengelem



  

0 Response to "6 Jenis Tanaman Karnivora Pemangsa Serangga, Carnivorous Plant, yang Buas dan Kejam"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel