google.com, pub-6935017799501206, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Pohon Soga, Yellow Flamboyan, Peltophorum pterocarpum, Pohon Untuk Pewarna Batik - PLANTER AND FORESTER

Pohon Soga, Yellow Flamboyan, Peltophorum pterocarpum, Pohon Untuk Pewarna Batik

 Seri Pohon Peneduh

Pohon Soga, Yellow Flamboyan
Peltophorum pterocarpumPohon Untuk Perwarna Batik

Pohon Soga, Peltophorum pterocarpum
Tanaman Pohon Soga, Peltophorum pterocarpum alias Yellow Flamboyan sebagai Tanaman Pohon Peneduh dan tanaman penaung yang cantik dengan bunga kuning terang, wangi dan menjadi incaran serangga ini saya dokumentasikan di Perumahan Kemang Pratama, Bekasi.  Sebagai pohon pelindung bantaran di Kali Bekasi yang dulunya ramah dan bagus pemandangnya sehingga ada istilah river view yang menawan.

Pohon Soga, Peltophorum pterocarpum

Saat ini karena pendangkalan di beberapa titik serta berkurangnya daerah resapan di area hulu yang sudah banyak berubah menjadi perumahan tanpa tata ruang yang terkendali, jadilah di bagian hilir sungai semakin menderita karena debit air yang terkadang tidak bisa dikendalikan.

Pohon yang anggun dan berbunga indah ini dikenal dengan banyak nama. dalam bahasa Inggris disebut Yellow Flame Tree, Yellow Poinciana, Copperpod, Yellow Flamboyant, Golden Flamboyant ; dalam bahasa Malaysia disebut batai laut, jemerlang laut ; Dalam bahasa Sulu disebut siár (Sulu); dalamabahasa Thailand disebut  non see ; dan dalam bahasa Vietnam diseut lim sét, trac vàng . 

Bunga Pohon Soga, Peltophorum pterocarpum
Di Indonesia sendiri dikenal dengan berbagai nama seperti soga, bahasa Jawa disebut soga jambal ; bahasa kangean disebut kaju jhuwek; dalam bahasa timor disebut hau kolo, laru ; dalam bahasa Rote disebut lalu loëh; Dalam bahasa Alor disebut léwĕttĕr (Alor).

Nama ilmiahnya berasal dari perkataan Yunani lawas: pelte yang berarti  Perisai, pherein yang berarti membawa, serta pteron yang berarti sayap, dan karpos yang berarti buah.

Nama Populer - Pop name    :  Soga, Yellow Flame Tree, Yellow Flamboyant
Nama Latin - Latin Name     :  Peltophorum pterocarpum
Family                         :  Fabaceae
Origin - Daerah Asal                 :  Asia, Indonesia
Letak Landscape                        :  Pohon Peneduh, penaung
Tipe Tanaman Hias                   Tanaman Tepi jalan, tepi sungai
Propagasi perbanyakan         : Biji dan cangkok
Media Tanam                     : Tanah Kebun 
Perlakuan khusus                     : Pemangkasan dan Pemupukan 

Delonix regia, Flamboyan, Flame Of Forest, Tanaman Peneduh Jalan yang Berbunga Orange Merah

Soga terutama terkenal karena pepagannya yang, utamanya pada masa lalu, diperdagangkan dalam jumlah besar sebagai bahan pewarna. Pepagan soga, yaitu bagian kulit pohon yang tebalnya bisa hingga 15 mm,  merupakan bahan utama untuk menghasilkan warna coklat kekuningan pada industri batik di Jawa, khususnya pada masa ketika bahan pewarna sintetik masih langka.

Pepagan atau kulit kayu adalah lapisan terluar batang dan akar tumbuhan berkayu. Dalam istilah teknis, pepagan merujuk pada seluruh bagian di luar jaringan kambium. Pepagan menutupi kayu dan terdiri atas bagian dalam dan luar. Bagian dalam, yang pada batang dewasa merupakan jaringan hidup, termasuk daerah terdalam periderm. 

Untuk membuat pewarna, pepagan soga dikeping menjadi potongan kecil-kecil dan direbus bersama beberapa bahan lain. Variasi warna diperoleh dengan mengatur komposisi bahan-bahan pencampur seperti pepagan tengar (Ceriops), kayu sejenis Maclura, kayu secang (Caesalpinia), pepagan tekik (Albizia lebbekoides), atau bahan-bahan lain.

Pohon Soga, Peltyophorum pterocarpum
Ciri ciri dan Identifikasi tanaman 

Soga atau dengan nama ilmiah Peltophorum pterocarpum adalah nama pohon penghasil bahan pewarna batik yang penting. Tumbuhan ini termasuk ke dalam suku polong-polongan, Fabaceae, atau Leguminosae dan secara alami menyebar luas mulai dari Srilanka, Asia Tenggara, Kepulauan Nusantara, hingga ke Papua Nugini.

Tampilan batang pohon Soga, Peltophorum pterocarpum


Habitus Tanaman

Tinggi Tanaman  : hingga 30 m
Diameter Tajuk   : hingga 10 meter
Tanaman berbentuk  pohon : batang berkayu, tumbuhan berukuran besar, percabangan jauh dari tanah

Pohon yang menggugurkan daun - deciduous tree; biasanya berukuran sedang tinggi hingga sekitar 30 m, namun terkadang bisa mencapai 50 m; gemang batang hingga 70 cm. Pepagan atau kulit kayu tebal, hingga 15 mm, merah jambu di dalam. Sesekali berbanir.

Percabangan Pohon Peltophorum pterocarpum
Batang dan Percabangan Tanaman

Dilihat dari penampang melintang batang berbentuk bulat padat dan berwarna kecoklatan dan kemerahan.
Daun muda Pohan Soga, Peltophorum pterocarpum

Daun Tanaman
Bentuk daun - Leaf Shape             : Oblong
Susunan daun - Leaf Arrangement : Pinnatisect    
Susunan daun dari batang - Leaf Arr. on Stem : Majemuk
Tulang daun - Leaf Venation          : Menyirip
Pinggir daun - Leaf Margins           : Rata, serrate
Pangkal daun                               : Rounded
Ujung daun   - Leaf Tip                 : Rounded
Warna daun - Leaf Colour              : Hijau terang saat muda, Hijau tua dewasa
Tangkai daun atau petiole              : Panjang sekitar 1 -3 cm
Ukuran daun - Leaf Size                : rangkaian panjang 15 - 30 cm, lebar 10 - 15 cm, anak daun 1 - 1,5 cm dan lebar 0.5 - 0.7 cm
Permukaan daun                          : rata

Daun majemuk menyirip berganda - Pinnatisect, 6–16 inci panjangnya, dengan 5–11 pasang sirip; daun penumpu kecil bentuk garis, lekas tanggal. 

Daun Pohon Saga, Peltophorum pterocarpum 
Daunnya bipinnate, panjang 30–60 cm, dengan 16–20 pinnae, masing-masing pinna dengan 20–40 selebaran oval panjang 8–25 mm dan lebar 4–10 mm.

Daun Yellow Flamboyan,Pinnae, anak daun Peltophorum pterocarpum
Anak daun 9–20 pasang pada sirip yang tengah; lonjong, 1–1.5 cm × 0.5 - 0.7 cm, ujungnya melekuk atau meruncing kecil, pangkalnya sangat tak simetris; agak seperti kertas, sisi bawah atau kedua-dua permukaan berambut amat halus.

Bunga Yellow Flame Tree, Peltophorum pterocarpum
Bunga Tanaman

Perbungaan bentuk malai terminal, tegak, besar, hingga 18 inci; dengan sumbu berambut beledu cokelat kemerahan, dan daun pelindung yang lekas gugur. Diameter kuntum bunga sekitar 1,5 inci; mahkota kuning menggelombang, berambut cokelat di pangkalnya; benangsari kuning belerang dengan serbuksari berwarna jingga.

Bunga Golden Flamboyant, Peltophorum pterocarpum
Bunganya berwarna kuning, diameter 2,5–4 cm, diproduksi dalam ras majemuk besar hingga panjang 20 cm. Serbuk sari berukuran sekitar 50 mikron.
 
Tipe pembungaan terletak bunga pada batang pada ujung batang (flos terminalis)
Warna bunga, kuning keemasan dan kecoklatan.
Tangkai bunga atau pedicellus panjang
Bunga Peltophorum pterocarpum
Dasar bunga atau receptaculum tempat melekat semua organ bunga
Hiasan bunga, perianthium, terdiri dari Kelopak acalyx dan sepal berwarna kuning keemasan dan dibagian tengah kecoklatan.
Tajuk bunga mahkota dengan petal berwarna kuning.
Organ kelamin jantan androecium, Benang sari  berwarna kuinig, kotak serbuk
sari, anther berwarna jingga.
Bunga Peltophorum pterocarpum
Organ kelamin betina, Gymnacium, putik terlihat muncul berwarna kunig muda cenderung putih,
Carpela dan Stylus, tangkai putik dan Stigma,kepala putik berwarna pucat. 

Bunga inflorescentia racemosa, ibu tangkai dapat tumbuh terus dengan tipe Malai atau paniculata. 

Buah Pohon Soga, Peltophorum pterocarpum

Buah Tanaman

Buah tanaman Soga atau Yellow Flamboyan berbentuk polong. Posisi buah seperti bunga berada di ujung ujung percabangan. 
Buah tersusun dan terangkai dalam rumpun dengan warna hijau saat muda dan berwarena kecoklatan saat menjelang matang dan berwarna hitam saat matang.

Buah Polong Pohon Soga, Peltophorum pterocarpum
Buahnya berupa polong dengan panjang 5-10 cm dan lebar 2,5 cm, mula-mula berwarna merah, hitam matang, dan berisi satu hingga empat biji. Pohon mulai berbunga setelah sekitar empat tahun

Polong buah yang sudah matang akan pecah dan melontarkan biji biji Soga Peltophorum pterocarpum dan siap berkecambah. 
Posisi buah

Ukuran Polong dengan panjang sekitar 10 -20cm, ketebalan 0.2- 0.5 cm dan lebar 2 - 3 cm.

Kesesuaian Lahan dan Adaptasi

Ketinggian tempat altitude      : 1 - 600 m dpl
Kesesuaian suhu                    : 12 - 34 derajat celcius
Kesesuaian tanah                   : Podsolik, latosol dan andosol serta jenis tanah lain
Kesesuaian curah hujan          : 1500 - 2800 mm per tahun
Kesesuaian cahaya                 : Semi Shade, Full Sun
Pertumbuhan Tanaman           : Sedang - cepat
Kebutuhan Air                        : Moderat
Kebutuhan Perawatan             : Pemangkasan



Habitat alami soga adalah dataran rendah; pohon ini di alam jarang ditemui di atas ketinggian 100 m dpl. Soga acap didapati tumbuh di sekitar pantai dan sisi belakang hutan bakau. Di Jawa, soga juga diketahui hidup liar di hutan-hutan jati dan padang ilalang. Tumbuhan ini menyukai tempat-tempat terbuka dan hutan-hutan yang terganggu.

Soga hidup di lingkungan tropis dengan 1–3 bulan kering (kemarau); di hutan hujan atau vegetasi pantai dengan musim kemarau yang jelas, atau di lingkungan sabana berpohon, dengan kisaran curah hujan antara 1.500–4.500 mm pertahun. Soga juga dapat tumbuh hingga ketinggian 1.600 m dpl.

Soga menyebar alami mulai dari Srilanka, Andaman, Bangladesh, Burma, Kamboja, Vietnam, Thailand, Semenanjung Malaya, Indonesia, Papua Nugini, dan Australia. Tanaman ini juga diintroduksi ke Filipina, Pakistan, Nigeria, dan Amerika Serikat.

Perbanyakan
Perbanyakan tanaman dengan biji, Cangkok



Klasifikasi Tanaman

Class         : Magnoliopsida
Order         : Fabales
Family        : Fabaceae
SubFamily  : Caesalpiniodeae
Genus        : Peltophorum
Species      : Peltophorum pterocarpum
Binomial name
Peltophorum pterocarpum (DC.) Backer ex K. Heyne

Sinonim
Inga pterocarpa DC. (1825)
Peltophorum ferrugineum (Decne.) Benth. (1864)
Peltophorum inerme (Roxb.) Naves & Villar (1880)

Manfaat Tanaman
Manfaat tanaman pohon soga, 
  1. Soga terutama terkenal karena pepagannya yang, utamanya pada masa lalu, diperdagangkan dalam jumlah besar sebagai bahan pewarna. Pepagan soga merupakan bahan utama untuk menghasilkan warna coklat kekuningan pada industri batik di Jawa, khususnya pada masa ketika bahan pewarna sintetik masih langka.
  2. Untuk membuat pewarna, pepagan soga dikeping menjadi potongan kecil-kecil dan direbus bersama beberapa bahan lain. Variasi warna diperoleh dengan mengatur komposisi bahan-bahan pencampur seperti pepagan tengar (Ceriops), kayu sejenis Maclura, kayu secang (Caesalpinia), pepagan tekik (Albizia lebbekoides), atau bahan-bahan lain.
  3. Pepagan soga juga mengandung sekitar 17,7% tanin, yang digunakan sebagai bahan penyamak kulit atau sebagai ubar jala.
  4. Kayunya yang cokelat kemerahan atau kehitaman bermutu sedang, cukup keras dan agak berat, dipergunakan sebagai kayu konstruksi ringan, bahan perabotan rumah tangga, atau ukir-ukiran. Soga juga menghasilkan kayu bakar.
  5. Dalam agroforestri, soga ditanam sebagai pohon peneduh, penahan angin, pengikat nitrogen, serta sebagai pupuk hijau. Soga juga ditanam sebagai tanaman pengisi di hutan-hutan tanaman jati dan mahoni. Di samping itu, daun-daunnya bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak, dan bunga-bunganya –di India– menghasilkan serbuk sari untuk budidaya lebah Trigona.
  6. Dengan tajuk yang rindang, perawakan yang anggun, dan bunganya yang indah semarak, soga digemari sebagai pohon hias. Tumbuhan ini kerap ditanam di taman-taman, serta sebagai peneduh tepi jalan.


Pohon ini banyak ditanam di daerah tropis sebagai pohon hias, khususnya di India, Nigeria, Pakistan, serta Florida dan Hawaii di Amerika Serikat. Digunakan sebagai bunga dekorasi di festival Batukamma Negara Telangana.

Pohon-pohon telah ditanam bergantian di India sebagai skema umum untuk pohon jalan di India bergantian dengan Delonix regia (Poinciana) untuk memberikan efek kuning dan merah mencolok di musim panas, seperti yang telah dilakukan di jalan Hughes di Mumbai.

Kayunya memiliki berbagai kegunaan, termasuk pembuatan lemari dan dedaunan digunakan sebagai tanaman pakan ternak.
Warna kecoklatan yang disebut sogan khas kain batik dari pedalaman Jawa di Indonesia dihasilkan dari P. pterocarpum, yang dikenal di sana sebagai soga.

Pepagan atau kulit kayu adalah lapisan terluar batang dan akar tumbuhan berkayu. Dalam istilah teknis, pepagan merujuk pada seluruh bagian di luar jaringan kambium. Pepagan menutupi kayu dan terdiri atas bagian dalam dan luar. Bagian dalam, yang pada batang dewasa merupakan jaringan hidup, termasuk daerah terdalam periderm. 

Lapisan luar pada tangkai tua termasuk jaringan permukaan tangkai yang mati, bersama dengan bagian-bagian periderm terdalam dan seluruh jaringan di sisi luar periderm. Lapisan luar pada pohon juga disebut rhitidoma.

Produk-produk yang digunakan orang yang berasal dari pepagan dari beberapa pohon yang ada seperti :
  1. Keranjang angkut ini menggunakan tali dari pepagan torap
  2. rempah-rempah dan bumbu, seperti kulit manis, gabus;
  3. bahan industri, seperti damar, lateks, penyamak;
  4. bahan pengobatan dan racun, seperti kina, tuba;
  5. tonikum dan stimulans, seperti kava;
  6. bahan pakaian dan tali-temali;
  7. alat transportasi, misalnya kano
  8. alas untuk melukis dan membuat peta.

Lokasi Pemotretan

Lokasi pemotretan di Kemang Pratama, Bekasi, Indonesia 

Detail :
Camera maker : Nikon Corporation
Camera model : Nikon D750
F Stop : f/5.6
Exposure time : 1/125 sec.
ISO Speed : ISO 400
Focal lengh : 300 mm
Lens : Sigma 70-300mm f/4-5.6 DG Macro 
Kamus Identifikasi tumbuhan dan tanaman serta Sumber Informasi untuk Pengenalan Tumbuhan dan Tanaman 
Planter and Forester

1 Response to "Pohon Soga, Yellow Flamboyan, Peltophorum pterocarpum, Pohon Untuk Pewarna Batik"

Arsip Blog

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel