google.com, pub-6935017799501206, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Misteri Cerita di Balik Langgar Keraton Kanoman - PLANTER AND FORESTER

Misteri Cerita di Balik Langgar Keraton Kanoman


Tajug Kanoman
Langgar Kanoman

Langgar Alit Kompleks Keraton Kanoman
Di halaman Keraton Kanoman Tajug Kanoman (mushala atau langgar Kanoman) dan gedong Gajah Mungkur (tempat menyimpan lonceng besar).

Saya berkesempatan memasuki Langgar Kanoman yang selain dipergunakan untuk sholat kalangan Keraton Kanoman dan pengunjung Keraton.

Tajug Kanoman atau Langgar Keraton Kanoman

Bangunan langgar terlihat kuat dengan penopang 4 tiang dari Kayu Jati dengan warna coklat dan mihrab tempat iman didominasi warna hijau dengan warna keemasan untuk tulisan arab dan ornamen. Atap berbentuk limasan, lantai keramik dan dinding berwarna putih.

Baca juga : Mengenal dan Mengetahui Sejarah Keraton Kanoman di Cirebon 


Langgar Keraton Kanoman

Gedong Gajah Mungkur merupakan bangunan yang menghadap ke timur yang berfungsi sebagai tempat menyimpan lonceng besar yang terletak di atas bangunan. Lonceng masih terpasang dengan baik dan informasinya didatangkan dari Belanda.

Gedong gajah Mungkur



Gedong Gajah Mungkur



Di langgar Keraton Kanoman inilah dilakukan Siraman Gong Sekati menjelang peringatan Maulud Nabi Muhammad, Keraton Kanoman Cirebon menggelar ritual Siraman Gong Sekati. Seperangkat alat gamelan dan gong dikeluarkan dari tempat penyimpanan di gedung jimat kemudian dibawa menuju langgar alit di kompleks Keraton Kanoman oleh abdi dan kerabat Keraton.

Gong Sekati merupakan salah satu pusaka Keraton Kanoman peninggalan abad ke-15. Proses siraman dimulai dari Gong tertua, seluruh perangkat gamelan disiram dan dibasuh.

Proses penyiraman hanya boleh dilakukan oleh keturunan kerabat Keraton Kanoman dari Desa Sindang Kasih, Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon. Setelah penyiraman, perangkat gamelan digosok dengan sabut kelapa serta abu gosok dari batu merah.

Air bekas siraman diperebutkan oleh para pengunjung karena dipercaya membawa berkah. Usai proses siraman, Gong Sekati dibawa ke Bangsal sekaten. Di tempat tersebut Gong Sekati mulai dibunyikan setiap malam hingga malam puncak peringatan Maulud Nabi Muhammad atau sering disebut Malam Panjang Jimat.
Tempat Wudlu dan tempat menampung air saat Siraman Gong Sekati


Selain itu, di Langgar ini juga digelar Pencucian Jimat di Keraton Kanoman dalam penyambutan 1 Suro, hal itu dilakukan secara bertahap antara tanggal 1 sampai tanggal 10 Suro. Pencucian biasanya dipimpin oleh Lurah Dalem yang mengurusi masalah internal Keraton.

Baca juga : Mengetahui Misteri dan Khasiat Tujuh Sumur yang dikeramatkan di Keraton Kanoman Cirebon

Langgar Keraton Kanoman

Tampak Depan Keraton Kanoman

Proses pencucian tidak diperbolehkan menggunakan zat kimia, diharuskan menggunakan ramuan tradisional, seperti campuran jeruk nipis dan air kelapa. Sebelum dicuci jimat-jimat direndam selama 2 hari sampai 1 minggu. Setelah perendaman, pusaka atau jimat-jimat dimandikan dengan air kembang tujuh rupa.

Di depan langgar Keraton Kanoman juga ada pohon yang bunganya sangat ditunggu tunggu oleh pengunjung karena diprecaya berkhasiat bagi pasangan yang sulit mendapatkan keturunan.

Semua adalah budaya dan sejarah, dan dituturkan dari cerita ke cerita, yang menjadi bagian perkembangan Kota Cirebon pada khususnya dan Sejarah Indonesia yang memang sangat beragam.

bersyukur masih bisa berkunjung, melihat dan mendengarkan penuturan yang disampaikan.

Pintu Masuk dari samping Langgar Keraton Kanoman

#tajugkanoman
#langgarKanoman
#KeratonKanoman
#SejarahCirebon
#BudayaCirebon

0 Response to "Misteri Cerita di Balik Langgar Keraton Kanoman "

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel