google.com, pub-6935017799501206, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Museum Monumen Yogya Kembali - PLANTER AND FORESTER

Museum Monumen Yogya Kembali

Museum Monumen Yogya Kembali
Monumen Yogya Kembali Monjali



Saat ke kota ini dan seperti biasa melakukan jogging, saya sempatkan untuk mengunjungi Museum Monumen Yogya Kembali atau biasa dikenal Monjali, kenapa bukan Monyali ya. Jadi kepanjangannya Monjali saya eja menjadi Monumen Jogya Kembali.

Monumen Yogya Kembali Monjadi


Sudah lama saya berangan angan untuk memasuki Museum Monumen Jogya Kembali ini, penasaran dengan informasi dan sejarah Yogyakarta yang pernah menjadi Ibukota Republik Indonesia. Seringkali lewat, tetapi baru kali ini bisa berkeliling dengan puas.
Museum Monumen Yogya Kembali



Memasuki museum dengan membayar Rp. 15.000,-. Pintu gerbang dipenuhi lampion berbentuk aneka macam dan panser bermeriam.

Di pintu masuk, saat anda berbalik membelakangi Museum, terdapat puisi Chairil Anwar dan nama 422 pahlawan yang gugur di daerah Wehrkreise III periode 19 Desember 1948 - 29 Juni 1949.
Monumen Yogya Kembali

Saat berbalik kembali, tampak Museum Monumen berbentuk Kerucut yang gagah dan megah. Ada 3 lantai, di lantai 1 terdapat benda benda koleksi replika, foto, dokumen, heraldika dan berbagai replika senjata. Naik tangga, di lantai 2, di sepanjang dinding ada diorama dan sejarah perjalanan bangsa Indonesia khususnya yang berkaitan dengan Yogyakarta.
Monumen Yogya Kembali Monjali



Museum Monumen juga dilengkapi dengan ruang perpustakaan dan ruang serba guna.

Informasi Monumen Yogya Kembali dibangun pada tanggal 29 Juni 1985 dan di depan gerbang terdapat tanda peresmian oleh Bapak Presiden Soeharto tanggal 6 Juli 1989. Nama yogya dipilih sebagai tetenger atau peringatan dari peristiwa sejarah ditariknya tentara pendudukan Belanda dari ibukota RI Yogyakarta saat itu tanggal 29 Juni 1949 (lihat diorama).
Seperti umumnya bangunan bersejarah di Yogyakarta, Monumen ini menghubungkan titik penting di Yogyakarta seperti Kraton jogya, Tugu Yogyakarta, Gunung Merapi, parang tritis dan Panggung Krapyak.
Wisata Lampion Monjali

Jangan lupakan sejarah. Museum menjadi pusat informasi sejarah untuk menimba ilmu dan mengenang para Pahlawan yang menorehkan jejak dan peristiwa yang terjadi di Indonesia.

#monjali
#yogyakarta
#jogya
#museummonumenjogyakembali
#sejarahindonesia

0 Response to "Museum Monumen Yogya Kembali"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel