google.com, pub-6935017799501206, DIRECT, f08c47fec0942fa0 Artocarpus altissimus or Kelutum Nangka - PLANTER AND FORESTER

Artocarpus altissimus or Kelutum Nangka


Kelutum Ketan atau Kelutum Nangka

Kelutum (Artocarpus altissimus) is a type of wood-producing tree belonging to the Moraceae tribe.


Artocarpus altissimus
Other names are kelutum sticky rice or kelutum jackfruit. 

Also called lempato, this plant is limited in Sumatra and West Kalimantan. 

Artocarpus altissimus
A medium-sized tree that sheds leaves; up to 30 m tall, branch-free trunks can reach 20 m and shaking branches up to 300 cm; buttressed gaudy. 

Leveraging leaves wrap around the tips of twigs. Eggs round leaves, until the ovate is round or oval-inverted; slightly hairy especially on the underside around the veins of the leaves; Leaf veins 5-9 pairs. Bumps like bullet or cylindrical male flowers, diameter 2-3 mm, 5-7 mm stem. 

Artocarpus altissimus
Kelutum grows in tropical rain forests to a height of 550 m above sea level. It mainly grows in high areas Kelutum wood in trade is classified as applied wood or keledang. 

The wood density is recorded between 370 - 490 kg / m3 at 15% moisture content. Heyne notes that the kelutum wood is brown, dense, and straight fibrous; easy to do. 

Artocarpus altissimus
Kelutum belongs to the king's timber group and is used to make pencalang (boats made from one tree trunk); the length can reach 20 m and the width is 2½ - 3 m. That said, this kind of boat can last up to 50-60 years. 

Because of its high durability and resistance to sea worms (teredo), kelutum wood is commonly used as house poles, beams and floorboards, and scaffolding (steiger) in the sea. 

Artocarpus altissimus
Kelutum (Artocarpus altissimus) adalah sejenis pohon penghasil kayu anggota suku Moraceae. Nama-nama lainnya adalah kelutum ketan atau kelutum nangka. Juga disebut lempato, tumbuhan ini menyebar terbatas di Sumatra dan Kalimantan Barat. 

Pohon berukuran sedang yang menggugurkan daun; tinggi hingga 30 m, batang bebas cabang bisa mencapai 20 m dan gemang batang hingga 300 cm; berbanir menyolok. 

Artocarpus altissimus
Daun penumpu membungkus ujung ranting. Daun-daun bundar telur, hingga bundar telur lonjong atau bundar-telur-terbalik lonjong; sedikit berbulu terutama di sisi bawah di sekitar urat-urat daun; urat daun 5-9 pasang. Bongkol bunga jantan serupa peluru atau silindris, garis tengahnya 2-3 mm, bertangkai 5-7 mm. 

Artocarpus altissimus
Kelutum tumbuh di hutan hujan tropika hingga ketinggian 550 m dpl. Ia terutama tumbuh pada daerah yang tinggi Kayu kelutum dalam perdagangan digolongkan sebagai kayu terap atau keledang. Densitas kayunya tercatat antara 370 – 490 kg/m3 pada kadar air 15%. Heyne mencatat bahwa kayu teras kelutum berwarna coklelat, padat, dan berserat lurus; mudah untuk dikerjakan. 

Artocarpus altissimus
Kelutum termasuk golongan kayu raja dan digunakan untuk membuat pencalang (perahu yang dibuat dari satu batang pohon); yang panjangnya dapat mencapai 20 m dan lebarnya 2½ – 3 m. Konon, perahu semacam ini dapat bertahan hingga 50-60 tahun. Karena keawetannya yang tinggi dan ketahanannya terhadap cacing laut (teredo), kayu kelutum biasa dipakai sebagai tiang rumah, balok dan papan lantai, serta perancah (steiger) di laut.

#Artocarpusaltissimus

#KelutumNangka


Artocarpus altissimus


Artocarpus altissimus



0 Response to "Artocarpus altissimus or Kelutum Nangka"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel